Renungan Harian, Rabu, 27 Agustus 2025 : Galatia 5 : 13 - 15, Tiga Tanda Syukur Orang Yang Sudah Diselamatkan
Pelayanan Diakonal
Renunganharirabu27agustus2025,
Allah telah menyelamatkan Kita dan dunia ini melalui pengorbanan Kristus. Kita patut bersyukur untuk anugerah kesalamatan itu. Dan, tanda syukur kita adalah dengan memenuhi panggilan hidup beriman kita sebagai orang-orang yang telah dimerdekakan, yaitu jangan lagi hidup dalam dosa. Hidup dalam dosa adalah hidup untuk diri sendiri, memenuhi hasrat diri lalu melupakan dan mengabaikan tanggungjawab untuk melayani orang lain. Orang yang telah diselamatkan tidak hidup seperti itu.
Orang yang telah diselamatkan itu adalah orang yang hidup untuk Tuhan; hidup sesuai kehendak Tuhan, mengasihi diri sendiri dan mengasihi sesama dan kehendak Tuhan melalui bacaan ini katakan layani seorang akan yang lain oleh kasih, mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri dan jangan saling membinasakan.
Kehendak Allah bagi kita sebagai orang yang telah Allah selamatkan sangat jelas sekali, yaitu :
1. Layani seorang akan yang lain oleh kasih. Artinya, biking bae itu jang pilih-pilih, jang lia-lia muka tapi biking bae itu biking par samua orang bahkan Tuhan Yesus bilang biking bae juga par orang-orang yang binci katong. Biking akang jang stengah-stengah, jang sparu-sparu tapi biking pono-pono, biking sungguh-sungguh.
2. Biking bae par orang lain itu biking sama deng biking par diri sandiri. Artinya, kalo par diri sandiri, katong akan urus bae-bae, jaga bae-bae, perhatikan dan penuhi apa yang masih balom pas dan berjuang par akang maka kebaikan yang mau katong biking par orang laeng itu sama kayak begitu. Jaga dong bae-bae, urus dong bae-bae, perhatikan dong bae-bae, selalu berusaha par dong pung bae juga.
3. Hidup sama-sama itu pasti akang pung hal banya karena pada dasarnya katong ini Tuhan cipta berbeda satu dengan yang laeng. Jadi kalo ada perbedaan waktu katong sama-sama hidop katong musti hati-hati supaya jang sampe karena katong berbeda lalu itu biking sampe katong musti baku musuh dan ancor.
