Renungan Harian, Kamis, 28 Agustus 2025 : Keluaran 18 : 13 - 23: Belajar dari Musa dan Yitro tentang Bertanggungjawab
Arahan KMJ dalam penyelesaian masalah anak2 di Debora dan Nazareth
Renunganharikamis28agustus2025,
Cerita
pengangkatan hakim-hakim dalam bacaan hari ini menegaskan beberapa hal penting
untuk direfleksikan :
1. Belajar
dari sosok Musa.
Musa,
dalam kapasitas sebagai pemimpin, mau menjalankan tanggungjawab kepemimpinan
dengan sungguh. Ia melayani umat, menyelesaikan masalah-masalah yang umat
hadapi, yang tentunya sangat menyita waktu dan menguras tenaga. Walau ada
begitu banyak perkara umat yang harus ditangani sendiri, ia tetap mau
melakukannya. Satu demi satu perkara umat ia tangani hingga akhir. Ia melakukanya
karena ia sadar bahwa memimpin umat itu adalah kehendak Allah baginya. Allah
yang menetapkan dia untuk mengadili di antara bangsa itu sesuai dengan kehendak
Allah dan memberitahukan kepada mereka ketetapan, hukum, aturan, perintah,
larangan dan keputusan-keputusan Allah bagi mereka.
Musa
adalah sosok pemimpin umat yang bertanggungjawab. Apapun tugasnya, diterima dan
dilakukan dengan sungguh tanpa bersungut, tanpa mengomel dan tidak mengenal
lelah. Ia melakukannya tanpa pertimbangan untung rugi. Sebab baginya, yang
utama adalah kehendak Allah itu harus sampai kepada setiap orang yang ia
pimpin, kehendak Allah itu harus diketahui, diterima dan dialami
oleh umat, sehingga mereka hidup di dalam dan berdasarkan kehendak itu.
Musa
adalah sosok pemimpin umat yang bertanggungjawab yang mau membuka diri untuk
berdiskusi dan dikoreksi. Ia mau mendengar pendapat dan nasehat dari orang yang
lebih tua darinya. Ia membuka diri untuk berdiskusi, mendengar, menerima serta
melakukan berbagai masukan yang baik tentang bagaimana ia harus melayani. Ia
harus merubah pendekatan melayaninya. Musa tidak egois dan merasa diri paling
benar. Ia sadar bahwa ada kekurangan yang hanya bisa dilihat dan dikoreksi oleh
orang lain.
2. Belajar
dari sosok Yitro
Yitro
dalam tanggungjawab sebagai orantua (bukan dari garis keturunan tapi karena
perkawinan), ia memiliki hubungan yang dekat dengan Musa. Sebagai orang yang
dekat, Yitro hadir untuk memberi solusi saat ia melihat bahwa yang dilakukan
Musa itu baik namun ada cela atau ada kekurangan dalam cara-cara Musa melayani
umat yang berpotensi untuk menyusahkan dirinya dan umat yang dilayaninya
sehingga cara itu harus dikoreksi. Yitro tidak saja memberi tahu dimana
kekurangan Musa. Yitro mengusulkan cara-cara yang paling efektif, yaitu Musa
harus melibatkan orang lain yang memiliki kompetensi untuk bersama dengannya
melayani. Musa harus mempersipakan mereka dan mendelegasikan sebagian tugas
melayani kepada orang-orang yang cakap, baik hidup rohaninya yaitu yang takut
akan Tuhan, dan orang-orang yang memiliki pribadi yang baik yaitu dapat
dipercaya dan yang tidak mudah kejar dan terima suap.
Tanggungjawab
Orangtua adalah selalu memberi nasehat kepada anak-anak dan kepada semua
orang muda. Orangtua adalah orang yang paling dekat dengan keluarga. Dan, orang
dekat itu adalah orang yang akan selalu ada dan menaruh perhatian serta
memberi solusi.
Maka,
firman ini mau bilang bahwa:
Untuk
orang laeng, katong ada. Jadi katong harus biking bae par orang laeng agar
orang laeng juga dapa bae. Kalo tau itu katong pung tugas, biking deng sungguh.
Biking deng sungguh, jang deng stengah hati. Biking semampu yang dapat katong
biking. Biking karna katong sadar bahwa ini Tuhan pung mau. Jang taku kata
nanti seng bisa. Tuhan pasti bantu. Tuhan akan kirim orang-orang baik untuk
bantu katong, kasih tahu kalo ada kurang-kurang deng kasih unju akang pung
jalan.
Kalo ada
orang yang mau kasih tau barang bae, iko saja sebab su pasti Tuhan yang suruh
dong bantu katong. Dengar lalu bicara akang bae-bae, sapa tau yang dong bilang
itu batul. Katong pung kurang banya jadi katong parlu orang laeng par lia akang
lalu kasih tau. Kalo dong su kasih tau, dengar la iko jua. Jang sombong karena
anggap diri paleng jago. Kalo orang mau bantu, bersyukur. Tapi musti hati-hati
lai, karna seng samua orang itu bisa bantu katong par bae. Lia-lia orang lai.
Pilih-pilih orang jang sampe dong bukan bantu mo biking tambah susah. Maka
minta Tuhan kasih hikmat supaya katong seng salah.
Untuk
orang laeng, katong ada. Tuhan taruh katong dekat deng orang laeng supaya
katong bisa bantu dong. Jadi kalo katong tau ada yang harus katong bilang, jang
diam. Jang hanya lia saja lalu tunggu slak par kasih salah. Bilang par dong
bae-bae kalo jalan yang paleng bagus itu akang bagini dan bagitu supaya dong
jua tau akang pung jalan yang paleng bae itu la iko akang. Deng cara bagitu,
katong su jadi berkat par orang laen.
Mari
katong biking akang firman ini. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
