Renungan Harian, Jumat, 29 Agustus 2025 : Amsal 15 : 22, Tiga Rahasia Hidup Sukses dan Bertanggungjawab.
Renunganharijumat29agustus2025,
Amsal 15 :
22 ini kalau dibaca dalam alkitab bahasa Indonesia sehari-hari, bunyi: rencana gagal, jika tidak disertai pertimbangan;
rencana berhasil, jika banyak yang memberi nasihat. Antara sukses dan
gagal, orang akan lebih memilih sukses. Orang sangat tidak mungkin akan memilih
gagal. Bagaimana supaya berhasil atau sukses itu? Atau, bagaimana agar tidak
gagal?
Bagi orang
beriman, berhasil atau sukses itu sumbernya dari Tuhan. Tuhanlah yang dapat
memberi keberhasilan dan kesuksesan. Apapun usaha manusia, jika Tuhan tidak
memberkati maka sia-sia saja usaha itu dan ujung-ujungnya adalah kegagalan.
Tuhan pasti
akan akan memberi kesuksesan atau keberhasilan namun itu akan dilakukan dalam kehendak
bebasNya kepada orang-orang yang tidak melupakanNya dalam setiap rencana hidup
mereka sebagaimana yang dibilang di dalam Yakobus 4 : 13 - 17. Tuhan pasti akan
beri kesuksesan dan keberhasilan kepada orang-orang yang mengasihi Dia dan hidup
secara tertanggungjawab, yaitu orang-orang hidup berpegang pada setiap perintah
dan ketetapan yang disampaikanNya dan melakukan dengan setia dalam hidupnya.
Dan tiga hal yang disampaikanNya dalam firmanNya hari ini yang sangat
berpengaruh dan menentukan terhadap berhasil tidaknya seseorang adalah hidup
dengan memiliki rancangan/rencana, pertimbangan dan penasihat. Itu hidup yang
bertanggungjawab.
Ada kalimat bijak
yang mengatakan begini: Manusia punya
rencana, Tuhan punya kehendak! Dan memang benar, bahwa setiap manusia
pasti punya rencana. Mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali, selalu ada
rencana yang dipikirkan untuk dilakukan hari itu maupun dilakukan hari esok.
Entah rencana pribadi atau rencana bersama, manusia selalu punya rencana. Ada
rencana berhubungan dengan pekerjaan, rencana pendidikan, rencana jodoh,
rencana perjalanan, rencana hari tua bahkan ada pula yang berencana tentang
kematiannya: dimana ia akan dikuburkan, dengan apa ia dimakamkan. Berhasil dan
tidaknya rencana itu, itu kehendak Tuhan. Maka penting sekali bagi kita untuk
tetap beriman dan berpengharapan hanya pada Tuhan. Hidup dalam iman dan hidup
dalam pengharapan, kunci sukses atau berhasilnya rencana.
Selain
rencana, bacaan kita juga menegaskan tentang pentingnya pertimbangan.
Pertimbangan adalah memikirkan dengan matang setiap rencana dan meminta
pendapat orang lain tentang jalannya rencana itu. Dengan pertimbangan, orang
tidak akan tergesa-gesa dan gegabah dalam bertindak sehingga dapat
menghindarkan seseorang dari akibat buruk yang dapat timbul yaitu rencana jadi
hancur, jauh dari tujuan dan tidak mencapai akhir. Bila orang tidak mau
meluangkan waktu dan bersusah payah untuk menimbang-nimbang, atau terlampau
percaya diri sampai menolak meminta nasihat orang lain, kecil kemungkinan
mereka akan menghasilkan sesuatu yang berarti. Dengan meminta pertimbangan,
besar kemungkinan seseorang dapat melihat hambatan dan menyingkirkan hambatan
itu. Maka apapun yang akan dilaksanakan, jangan gegabah dan hanya mengandalkan pertimbangan
sendiri. Plus vident oculi quam
oculus – Banyak mata dapat melihat lebih banyak daripada satu mata. Hal ini sering terbukti benar setidaknya
untuk apa yang kita buat sendiri.
Hal terakhir yang mau
alkitab bilang adalah berhasilnya suatu rencana karna penasehat banyak. Banyak
sekali manfaatnya bagi kita untuk meminta nasihat dari sahabat-sahabat kita
atau dari orang-orang yang lebih tua atau lebih matang atau lebih berpengalaman
dari kita. Dengan meminta nasihat mereka, rencana kita akan terlaksana,
terlebih ketika mereka yang memberi nasihat itu berhati-hati dan jujur dan
tidak ingin membuat pertentangan didalam rencana itu. Maka bukan saja soal
banyaknya nasihat tapi soal mutu dari sebuah nasihat. Semakin banyak nasihat,
akan semakin membantu dan membuat rencana berhasil. Tapi jauh lebih baik bila
nasihat yang banyak itu adalah nasihat yang bermutu, yaitu nasihat yang penuh
pertimbangan, kehati-hatian dan jujur. Sebab karena nasihat yang tidak baik dan
tidak bermutu, rencana bisa gagal dan hidup bisa hancur seperti Rehabeam, anak
Salomo, yang mengabaikan nasihat para tua-tua. Rehabeam lebih memilih mendengarkan
nasihat orang-orang muda. Akibatnya, rencananya gagal, hidupnya dan hidup
bangsa Israel terpecah.
Kita bertanggungjawab untuk diri kita sendiri dan kehidupan bersama teristimewa kehidupan keluarga kita untuk memiliki kehidupan yang lebih baik yaitu hidup yang berhasil dalam setiap rencana maka mari siap diri untuk masuki minggu bina keluarga GPM ini dengan berlandaskan pada firman Tuhan ini yang menegaskan kepada kita untuk :
1. Memiliki rencana dan meletakkan setiap rencana kita dalam kehendak Tuhan.
2. Jangan tergesa-gesah dan gegabah tapi pikirkan dan pertimbangkan dengan matang serta mintalah pendapat orang lain tentang jalannya rencana kita.
3. Dengarkanlah sebanyak mungkin nasihat bijak dan bermutu dari orang-orang tua yang berpengalaman dan yang matang.
