JENJANG AK-2 BETHABARA BELAJAR BERBAKTI SAMBIL BERMAIN PELAYAN SEBAGAI PENGAJAR

ADOLOF FARIMAN Berita Sumber Kasih 16 Agustus 2024 487 kali JENJANG AK-2 BETHABARA BELAJAR BERBAKTI SAMBIL BERMAIN PELAYAN SEBAGAI PENGAJAR Aktifitas TPI AK2 Sektor Bethabara

Jenjang AK2 Bethabara - Belajar Berbakti di TPI sambil Bermain Pelayan Sebagai Pengajar

SMTPI yang disingkat dari Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil adalah Salah satu wadah pembinaan anak dan remaja di Gereja Protestan Maluku. Wadah ini tidak saja membentuk kerohanian atau spiritual anak-anak, tetapi membentuk totalitas hidup anak remaja untuk menjadi generasi penerus yang akan terus hidup dalam perkembangan zaman. Sebagai Wadah pembinaan, SMTPI mendidik dan mempersiapkan anak dan remaja sejak dini berdasarkan Kurikulum dan Materi Ajar yang telah disiapkan oleh GPM yang bertujuan untuk menjadikan anak dan remaja menjadi anak dan remaja yang tangguh dan berkarakter injili. Wadah ini berada pada semua jemaat GPM.

Di Jemaat GPM Sumber Kasih, Wadah Pelayanan SMTPI tersebar merata pada 13 Sektor Pelayanan. Masing-masing sektor memiliki satu wadah SMTPI. Aktifitas SMTPI berlangsung pada hari minggu untuk SM serta hari Senin dan atau Selasa untuk TPI. Pada saat SM, materi yang telah diperoleh setiap pengasuh saat bimbingan, diolah dan diteruskan kepada anak dengan Tujuan Umum Penyajian dan Tujuan Khusus Penyajian. Sedangkan TPI itu sebagai Aplikasi, penerapan atau tindak lanjut dari materi yang telah diajar di SM.

Ini yang juga dilakukan oleh Jenjang Anak Kecil 2 Sektor Bethabara sebagaimana yang disampaikan oleh Bung Julian Tuhumury (Pembimbing Anak Kecil 2 Jemaat GPM Sumber Kasih). Melalui Bung Julian, Kaka Pengasuh Niken Hukom mengkonfirmasi kegiatan TPI yang dilakukan pada hari Senin, 12 Agustus 2024 di rumah Amora Salakory. Aktifitas yang mereka lakukan adalah menggambar sebuah pohon pada selembar kertas putih, kemudian gambar itu digunting dan ditempelkan pada satu lembar kertas putih kosong yang telah di sediakan. Setelah selesai menempel gambar pohon itu, anak-anak diminta untuk menulis kata-kata yang mencerminkan ciri-ciri seorang pengajar pada cabang-cabang  gambar pohon tadi. Inti dari kegiatan ini adalah anak-anak diharapkan mampu untuk memahami pengertian pelayan sebagai Pengajar  yaitu mereka yang memiliki karunia yang diberikan Allah secara khusus untuk menjelaskan, menguraikan secara terinci, dan memberitakan firman Allah baik dalam pengajaran yang disampaikan maupun dalam sikap dan tutur kata yang baik. (Koresponden: Bung Julian Tuhumury & KK Niken Hukom)