4,5 JAM BERSIDANG, JEMAAT GPM SUMBER KASIH SELESAIKAN SIDANG KE-2

ADOLOF FARIMAN Berita Sumber Kasih 14 Februari 2025 1295 kali 4,5 JAM BERSIDANG, JEMAAT GPM SUMBER KASIH SELESAIKAN SIDANG KE-2

Pelaksanaan Sidang ke-2 tahun 2025,

Berlangsung pada hari minggu, 9 Februari 2025, Sidang ke-2 Jemaat GPM Sumber Kasih. Sidang ini dihadiri oleh Majelis Pekerja Klasis: Bapak J. Leasa dan Sekretaris Bidang PIPK Klasis Pulau Ambon: Pdt. J. Peea dan Penjabat Walikota Ambon: Bapak Dominggus Nicodemus Kaya, S.Sos, M.Si dan Penjabat Tim Peggerak PKK yang adalah juga isteri penjabat walikota dn OPD di lingkup pemerintah Kota Ambon. Hadir pula Pdt. Prof. A. M. L. Batlajery, P.hd yang sekaligus memimpin kebaktian pembukaan sidang; para undangan, yaitu para pendeta yang berdomisi di dalam jemaat dan para panitia dan komisi dalam jemaat serta peserta sidang yang merupakan perutusan dari 13 sektor pelayanan dalam jemaat.

Agenda sidang sendiri telah dilakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan sidang. Dimulai dengan PA yang berlangsung di sektor-sektor pelayanan pada 31 Januari 2025 dan dilayani oleh para Pendeta Jemaat, pendeta-pendeta yang berdomisi dalam jemaaat dan beberapa pendeta dari luar jemaat. Agenda berikutnya Penjelasan tema sub-tema pelayanan GPM tahun 2025 yang dibawakan oleh Sekretaris Klasis Pulau Ambon, Pdt. R. Muskita. Dan pra-sidang yang dilakukan pada hari minggu, 2 Februari 2025 dengan acara penyampaikan dan tanggapan pemandangan umum atas laporan umum pelayanan dan keuangan jemaat tahun 2024 dan kerja komisi persidangan.

Dalam kajian tema sub-tema, Pdt. R. Muskitta menyampaikan beberapa pikiran pokok tentang maksud dari tema sub tema pelayanan dengan menegaskan pentingnya sub tema ini bagi sidang-sidang gerejawi yang kemudian akan dijabarkan juga dalam tema bulanan dan tema mingguan pemberitaan tahun 2025. Sub tema ini membingkai seluruh proses pelayanan dalam gereja dan mempersiapkan pelayan dan warga gereja untuk memahami konsep bergereja secara bersama yang penekanannya pada tanggungjawab gereja sebagai gereja yang profetik yang terus berbuah bagi kepentingan bersama.

Selain itu, Pdt. Prof. A. M. L. Batlajerry dalam khotbahnya saat kebaktian pembukaan sidang yang sumbernya dari 1 Korintus 13 : 1 – 13 mengharapkan agar setiap peserta Sidang memahami untuk apa atau mengapa bersidang sehingga sidang ini menjadi lebih efisien karena tidak terjebak dalam perdebatan yang tak berujung. Oleh karena itu menurut Pdt. Batlajerry tema bertumbuh dalam kasih yang didasarkan pada kasih Allah mesti nampak dalam hidup sebab kasih itu penanda utama dalam hidup Kristiani. Apa saja boleh dibuat, boleh didapatkan bahkan ketika orang berlomba-lomba untuk mencari dan mendapatkan gengsi, popularitas melalui karunia bahasa lidah dan bernubuat tapi dibalik semua itu harus berlandaskan kasih sebab jika tidak maka itu sama sekali tidak berguna dan berfaeda. Tegas Pdt. Batlajerry.

Senada dengan itu, dalam laporannya sebagai ketua Panitia, Prof. Alex Retraubun mengatakan bahwa Sidang Jemaat yang di lakukan dengan sederhana ini kiranya mendorong setiap peserta sidang untuk melahirkan berbagai Keputusan yang dapat bermanfaat bagi pertumbuhan iman jemaat. Sedangkan Pdt. Ny. G. M. Masrikat/P (Ketua Majelis Jemaat GPM Sumber Kasih) dalam pidatonya mengatakan bahwa Persidangan ini adalah momentum evaluasi tentang sukses dan berbagai kendala dan implementasi pelayanan dan menentukan langkah-langkah strategis dan inovatif melalui rancangan dengan memperhatikan serta mempertimbangkan realitas Jemaat GPM Sumber Kasih. Sedangkan Bapak J. Leasa (Majelis Pekerja Klasis Pulau Ambon) dalam arahannya saat membuka sidang ke-2 juga menegaskan bahwa Sidang Jemaat ini adalah aktualisasi kita atas pengakuan kita kepada Kristus sebagai kepala gereja maka berbagai aspek hendaknya turut diperhatikan terutama masalah Pendidikan dan kiranya selalu ada perhatian terhadap relasi dengan mitra sambil bersama-sama turut bergumul  untuk sebagai tuan rumah Sidang ke-39 Sinode GPM agar terlaksana dengan suskes.

Dalam sambutannya, Penjabat Walikota Ambon, Bapak Dominggus Kaya, S.Sos, M.Si juga menyinggung soal pentinya sinergitas atau kerjasama sebab pemerintah tidak bisa berjalan sendiri untuk menyelesaikan Pembangunan dan berbagai persoalan di kota Ambon. Menurutnya, pemerintah Kota membutuhkan kerjasama seluruh elemen. Maka Penjabat Walikota mengajak semua warga kota ini untuk mendukung kepemimpinan yang baru, yang akan dilantik sambil bersama-sama menjaga kota ini agar tetap aman. Mari dengan hati baku kele, karja sama-sama, karja bae-bae par katong samua pung bae. Ajak Penjabat Walikota.

Sidang akhirnya berjalan dengan penuh sukacita sejak dibuka oleh Majelis Pekerja Klasis.  Agenda-agenda sidang dimulai pukul 13.00 (Jam 1 siang) hingga akhirnya sidang berakhir pukul 17.30 WIT dengan kebaktian Penutup  jamuan kasih. Sidang berlangsung kurang lebih 4,5 jam akhirya berakhir dengan memutuskan 47 program, 77 kegiatan, 7 rekomendasi dengan anggaran Pendapatan dan Belanja berimbang pad Rp. 2.579.780.100,-

Akhirnya, Syukur kepada Allah yang telah memampukan, menyertai dan memberkati dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menopang, khususnya Panitia yang telah bekerja keras dan mempersiapkan berbagai kebutuhan penunjang pelaksanaan Sidang.

 


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin