4,5 JAM BERSIDANG, JEMAAT GPM SUMBER KASIH SELESAIKAN SIDANG KE-2
Pelaksanaan Sidang ke-2 tahun 2025,
Berlangsung pada hari minggu, 9 Februari 2025, Sidang ke-2 Jemaat GPM Sumber Kasih. Sidang ini dihadiri oleh Majelis Pekerja Klasis: Bapak J. Leasa dan Sekretaris Bidang PIPK Klasis Pulau Ambon: Pdt. J. Peea dan Penjabat Walikota Ambon: Bapak Dominggus Nicodemus Kaya, S.Sos, M.Si dan Penjabat Tim Peggerak PKK yang adalah juga isteri penjabat walikota dn OPD di lingkup pemerintah Kota Ambon. Hadir pula Pdt. Prof. A. M. L. Batlajery, P.hd yang sekaligus memimpin kebaktian pembukaan sidang; para undangan, yaitu para pendeta yang berdomisi di dalam jemaat dan para panitia dan komisi dalam jemaat serta peserta sidang yang merupakan perutusan dari 13 sektor pelayanan dalam jemaat.
Agenda sidang sendiri telah dilakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan sidang.
Dimulai dengan PA yang berlangsung di sektor-sektor pelayanan pada 31 Januari
2025 dan dilayani oleh para Pendeta Jemaat, pendeta-pendeta yang berdomisi
dalam jemaaat dan beberapa pendeta dari luar jemaat. Agenda berikutnya
Penjelasan tema sub-tema pelayanan GPM tahun 2025 yang dibawakan oleh
Sekretaris Klasis Pulau Ambon, Pdt. R. Muskita. Dan pra-sidang yang dilakukan
pada hari minggu, 2 Februari 2025 dengan acara penyampaikan dan tanggapan
pemandangan umum atas laporan umum pelayanan dan keuangan jemaat tahun 2024 dan
kerja komisi persidangan.
Dalam kajian tema sub-tema, Pdt.
R. Muskitta menyampaikan beberapa pikiran pokok tentang maksud dari tema sub
tema pelayanan dengan menegaskan pentingnya sub tema ini bagi sidang-sidang
gerejawi yang kemudian akan dijabarkan juga dalam tema bulanan dan tema
mingguan pemberitaan tahun 2025. Sub tema ini membingkai seluruh proses
pelayanan dalam gereja dan mempersiapkan pelayan dan warga gereja untuk
memahami konsep bergereja secara bersama yang penekanannya pada tanggungjawab gereja
sebagai gereja yang profetik yang terus berbuah bagi kepentingan bersama.
Selain itu, Pdt. Prof. A. M. L.
Batlajerry dalam khotbahnya saat kebaktian pembukaan sidang yang sumbernya dari
1 Korintus 13 : 1 – 13 mengharapkan agar setiap peserta Sidang memahami untuk
apa atau mengapa bersidang sehingga sidang ini menjadi lebih efisien karena
tidak terjebak dalam perdebatan yang tak berujung. Oleh karena itu menurut Pdt.
Batlajerry tema bertumbuh dalam kasih yang didasarkan pada kasih Allah mesti
nampak dalam hidup sebab kasih itu penanda utama dalam hidup Kristiani. Apa
saja boleh dibuat, boleh didapatkan bahkan ketika orang berlomba-lomba untuk mencari
dan mendapatkan gengsi, popularitas melalui karunia bahasa lidah dan bernubuat tapi
dibalik semua itu harus berlandaskan kasih sebab jika tidak maka itu sama sekali
tidak berguna dan berfaeda. Tegas Pdt. Batlajerry.
Senada dengan itu, dalam laporannya
sebagai ketua Panitia, Prof. Alex Retraubun mengatakan bahwa Sidang Jemaat yang
di lakukan dengan sederhana ini kiranya mendorong setiap peserta sidang untuk
melahirkan berbagai Keputusan yang dapat bermanfaat bagi pertumbuhan iman
jemaat. Sedangkan Pdt. Ny. G. M. Masrikat/P (Ketua Majelis Jemaat GPM Sumber
Kasih) dalam pidatonya mengatakan bahwa Persidangan ini adalah momentum
evaluasi tentang sukses dan berbagai kendala dan implementasi pelayanan dan
menentukan langkah-langkah strategis dan inovatif melalui rancangan dengan
memperhatikan serta mempertimbangkan realitas Jemaat GPM Sumber Kasih.
Sedangkan Bapak J. Leasa (Majelis Pekerja Klasis Pulau Ambon) dalam arahannya
saat membuka sidang ke-2 juga menegaskan bahwa Sidang Jemaat ini adalah
aktualisasi kita atas pengakuan kita kepada Kristus sebagai kepala gereja maka
berbagai aspek hendaknya turut diperhatikan terutama masalah Pendidikan dan kiranya
selalu ada perhatian terhadap relasi dengan mitra sambil bersama-sama turut
bergumul untuk sebagai tuan rumah Sidang
ke-39 Sinode GPM agar terlaksana dengan suskes.
Dalam sambutannya, Penjabat Walikota
Ambon, Bapak Dominggus Kaya, S.Sos, M.Si juga menyinggung soal pentinya
sinergitas atau kerjasama sebab pemerintah tidak bisa berjalan sendiri untuk
menyelesaikan Pembangunan dan berbagai persoalan di kota Ambon. Menurutnya,
pemerintah Kota membutuhkan kerjasama seluruh elemen. Maka Penjabat Walikota
mengajak semua warga kota ini untuk mendukung kepemimpinan yang baru, yang akan
dilantik sambil bersama-sama menjaga kota ini agar tetap aman. Mari dengan hati
baku kele, karja sama-sama, karja bae-bae par katong samua pung bae. Ajak
Penjabat Walikota.
Sidang akhirnya berjalan dengan
penuh sukacita sejak dibuka oleh Majelis Pekerja Klasis. Agenda-agenda sidang dimulai pukul 13.00 (Jam
1 siang) hingga akhirnya sidang berakhir pukul 17.30 WIT dengan kebaktian Penutup
jamuan kasih. Sidang berlangsung kurang
lebih 4,5 jam akhirya berakhir dengan memutuskan 47 program, 77 kegiatan, 7
rekomendasi dengan anggaran Pendapatan dan Belanja berimbang pad Rp. 2.579.780.100,-
Akhirnya, Syukur kepada Allah
yang telah memampukan, menyertai dan memberkati dan terima kasih kepada seluruh
pihak yang telah menopang, khususnya Panitia yang telah bekerja keras dan
mempersiapkan berbagai kebutuhan penunjang pelaksanaan Sidang.
